Saya & Kamu
Di pelataran bioskop, duduk bersama di bangku yang berhadapan dengan pintu masuk teater 3. dilatar belakangi poster-poster film bertanda “coming soon”. Saya dan kamu duduk diam membisu.
Saya : “ Kenapa ga pernah balas sms aku” Tanya saya hati-hati, sambil menatap ke arah mu.
Kamu : (menundukan kepala). “ Ya, sibuk aja “
Saya : “ Emang ga sempet ya? Kabarin Cuma sebentar aja. “
Kamu : “ Bukannya gitu, paling yang ga penting aja kan ?”
Saya: (menahan nyeri di hati) “ ohh, ditanya udah makan atau belum itu ga penting ya? Saya pikir kamu senang dikasih perhatian.. lain kali enggak deh.. maaf ya, saya ganggu kamu “ , (saya memalingkan wajah dari hadapnya, dan menunduk).
Kamu : (hanya terdiam, entah apa yang ada dipikiran mu, andai aku bisa membacanya.)
Terlantunkan lagu Perih dari dinding-dinding bioskop.. AKU KAN BERTAHAN WALAU PERIH, WALAU PERIH..
Feed in.
Narator : Pintu teater studio tiga sudah di buka, para penonton yang sudah memiliki karcis diharapkan segera memasuki teater tiga…
Saya dan kamu mulai memasuki ruangan berkarpet merah yang luas, layar yang lebar dan bangku yang tersusun rapi. Kemudian, duduk di bangku yang telah disesuaikan.
Saya : “ Aku bawa kue sus loh, kamu mau? Aku sengaja memisahkannya kemarin, untuk kamu"
Kamu : “ Jah, jadi itu yang kemarin ?”
Saya : “ Iyaa si. Kemarin ada acara di rumah, & mamah mesen banyak banget. Tapi masih enak ko, ini kue sus yang terenak yang pernah saya makan “
Kamu : (tersenyum renyah), “ Terenak? Jangan-jangan kamu baru kali ini makan kue sus?”
Saya : (menimpali senyumannya) “ Ya ga lah, tapi ini yang terenak loh”
Kamu : “ Iya, kayak dosen aku, dia bilang ini kelas terbaiknya, padahal dia baru ngajar di kelas aku, hha “
Saya : “ ohh gitu.. hhe.. kamu mau ga ?” (sambil mengaduk-aduk isi tas mencari kue sus, mengambilnya, raut wajah berubah menjadi kecewa). “ yah ko benyek ya…”
Kamu : (menoleh ke arah saya ) “Jahh.., kasiyan.. hha”
Saya : ( raut wajah kecewa ) “ Padahal aku sengaja loh, misahin buat kamu, biar kamu ngerasain rasa enaknya kue sus ini” ( masih mencoba mencari-cari kue sus yang lain.)
Kamu : ( menatap ke arah saya)
Saya : (tersenyum bahagia ) “ Say, masih ada nih yang utuh.. “ (menunjukkan kue sus yang masih utuh).
Kamu : “ Aduuhh.. parah banget si kamuu “
Saya : ( menatap tajam ke arahnya ) "kamu ga mau ? yaudah gapapa… "sambil menaruh kembali kue sus kedalam kardus makanan, tersenyum kecut .)
Film dimulai.
30 menit berlalu.
Kamu : (menyenggol saya ) “ Mana kue sus yang tadi ?”
Saya : (terkejut). “ Kamu mau ?”
Kamu : (mengangguk )
Saya : (merogoh kembali kardus makanan didalam tas. Mengambilnya ) “ Ini “ (menyerahkan ke kamu ).
Kamu : (meraih kue sus dari tangan saya, lalu melahapnya tanpa perasaan)
Saya : ( tersenyum senang). “ Gimana, enak ? “
Kamu : “ Ga tahu “
Saya : ( mengernyitkan dahi ) “ Ko ga tahu, ga pake perasaan si makannya, hhe “ ( terima kasih, karena kamu telah menghargai saya.).
Ninja Assassin, membuat saya tidak begitu nyaman menonton film ini. Saya harus melihat darah dan besatan-besatan pada tubuh. Saya menoleh ke arah kamu, kamu sangat serius..
Saya : “ Serius banget si kamu “
Kamu : “ ahhh.. iya ni “
Diam membisu..
Saya masih melihat ke arah mu, tak kurasa sekalipun kamu menoleh untuk melihat saya. Untuk menggenggam tangan saya.![]()
Saya : (saya tersenyum geli, melihat pengamen yang bermain teater didalam bus).
Kamu : ( tersenyum, sambil mengernyitkan dahi ke arah saya )
Saya : ( tersenyum keluar jendela, saya bahagia )
Kamu : (terkantuk-kantuk)
Saya : “ tidurin aja beph “
Kamu : “ iyaa, (sambil berusaha memejamkan mata )
Saya : ( memandang keluar jendela, membayangkan saya dan kamu bahagia hari ini ).
Bagaimanapun sikapmu, itu adalah kamu. Bahagia saya bukan karena sikapmu.
Tapi saya memutuskan untuk bahagian dengan sikap dan tentunya kamu.
Terima Kasih untuk hari ini.
Terima Kasih dalam diam & sibuknya, kamu selalu menyempatkan untuk menemui saya. ![]()
♥♥♥♥♥
Icka♥♥♥♥
24 Februari 2010
cupcupmuuaahh
No comments:
Post a Comment