Thursday, June 30, 2011

Bersyukur yaaa

Bersyukur ikaaa.

liat temen ikut ujian-ujian belum ada yg lulus,

2 tahun yg lalu Sastra Indonesia UI, SNMPTN
1 tahun yg lalu Pend. Akuntansi UPI, UM

Begitu mudahnya Allah izinkan untuk memasuki kedua tempat itu dan harus bertanggung jawab. Semangat !
cium

Tuesday, June 14, 2011

My Ending story

Tepat tanggal 27 April 2011, kisah itu benar-benar selesai.
ya, selesai.
tanpa pertemuan.
hanya kata hati yang tersampaikan lewat pesan text.
bahagia kah?
Insyallah doa

Apa lagi yang harus dipertahankan?
mungkin ini hanya anggapan saja, tapi sikapnya menunjukkan keengganan untuk tetap bersama.
ya, lingkungan yang baru, teman-teman yang baru dan mungkin saya sudah tidak bisa menyeimbangi lagi kehidupannya.

Rasa sakit?
pasti ada dan sampai saat ini pun masih terasa menusuk.
tapi saya belajar "saya tidak bisa memaksa orang lain untuk mencintai saya"
yasudah, saat ini Allah swt sedang berusaha menjaga hati saya kembali.

Tuesday, April 5, 2011

Bersyukur itu Indah

"maka nikmat mana lagi yang akan engkau ragukan"


Beruntungnya hari ini dan ini bukan kebetulan. Ini sudah dikonsep oleh Allah SWT. Betapa Allah menunjukkan kekuasaanya dan menguji hambanya supaya pandai bersyukur.

Rasa syukur yang terdalam untuk Allah SWT yang telah menganugerahi kedua malaikat dalam hidup saya.
Kedua orang tua yang luar biasa.

Rangkaian kata ini mungkin tak akan cukup untuk melukiskan pengorbanan serta ketulusan hati beliau.

Sore ini satu kejutan istimewa hadir, melengkapi syukur di hari ini,
Kedua orang tua dan adik tercinta tiba-tiba datang dari bogor. Saya sendiri sulit mengekspresikannya, yang jelas rasa senang dan syukur terus berkecamuk di hati saya.
tidak lebih dari satu setengah jam mengobrol bersama di kamar kos, tidak terlalu banyak kata-kata nasihat yang terlontar, beliau hanya katakan " ayah kesini hanya ingin memberi semangat, semoga sukses uts nya"
saya menahan haru, dalam perjalan Bogor-Bandung, menempuh jarak ritusan kilometer, di sela-sela kesibukannya. Beliau menyempatkan untuk datang dan menunjukkan rasa sayang terhadap buah hatinya.

saya jawab " iya, insyallah amanah"
tanpa disadari itu adalah janji, janji yang harus ditepati.

betapa bodohnya kalau saya tidak pandai bersyukur
betapa bodohnya kalau saya menyia-nyiakan kepercayaan kedua orang tua saya
betapa bodohnya kalau saya membuat mereka menengis seperti tahun lalu
betapa bodohnya,
betapa bodohnya,
betapa bodohnya,
kalau saya tidak benar-benar ada disini untuk belajar, belajar, belajar.


saya ingin lihat lagi senyum kebanggan mereka seperti tahun lalu ketika saya dapat universitas itu, saya ingin lihat kembali, ketika saya disini dengan penuh perjuangan.
Dan semoga Allah selalu meridhoi setiap langkah kebaikan.








cupcupmuuahlove

Wednesday, March 23, 2011

Terbelenggu

Terbelenggu

Terbelenggu


bising

Sunday, March 6, 2011

Masa depan itu jauh lebih baik daripada sekedar cinta.. menari

Cinta bisa memilih dah dipilih, tetapi masa depan adalah pilihan mutlak, tergantung dari apa yg kita lakukan di hari ini..
rindu


pika21

Thursday, March 3, 2011

Dan semua kesibukan ini akan mengalihkan pikiran itu,
walau ketika lelah datang tetap terbayang.
mencoba mengalihkan dan berpikir bahwa dia telah menghentinkan mesin waktu itu. tanpa tahu kapan .
Semoga bisa !

pucca_love_12





cupcupmuuahhlove

Wednesday, March 2, 2011

Mesin Waktu

Mesin waktu
di sudut kamar mungkin kan kusimpan
sebagai pengingat, angka yang tertera menandakan perjalanan panjang.

ratusan hari tlah terlewati,
bahkan ratusan juta jam tlah terlampaui.

saat ini, apakah mesin itu sudah mati?
tak lagi menunjukan hari-hari yang tlah terlewati bersama.

tak ada yang bisa pastikan,
sudah terhenti atau masih berjalan.
karena semua hanya diam.
seolah mengerti akan keadaan
tidak mengerti pun diam,
karena dia tak pernah bicara.
hanya alihkan pikiran yang terjadi.

sia-sia

tanpa tahu, mesin ini akan berhenti atau isi ulang baterai .

hasrat ingin segera hentikan,
tendang mesin waktu
tak ada lagi disudut kamar
itu hanya geretak mulut
tapi hati dan tangan tak pernah sanggup lakukan itu.

karena apa?
karena logika yang sudah tertupi .







cupcupmuuaahhlove

Sunday, February 27, 2011

Mom & Mom






Di dunia ini saya punya dua wanita yang luar biasa. Mamah saya & Uwa ( sebutan untuk kakak mamah dalam bahasa sunda ) yang kebetulan di panggil Uwa Mamah, karena namanya mamah biggrin dan keduanya adalah mamah saya.

Sebelah kanan di foto itu mamah & sebelah kiri wa mamah. Beliau-beliau ini adalah kakak beradik yang paling kompak. Orang yang hebat, yang tidak pernah menyerah, dan sabar serta kuat dalam menghadapi setiap persoalan yang ada.

Mamah, beliau lah yang melahirkan saya ke dunia ini, dengan sisa-sisa tenaga dan hampir koma karena kontraksi dan pendarahan yang hebat. Sebelumnya dokter sudah memprediksi kalau mamah ga akan sanggup lewatin masa itu. Saya terlahir ditengah keajaiban antara kepasrahan dan harapan. Allhamdulilah Allah mengijinkan mamah & saya untuk tetap menghiasi dunia ini. Betapa bodohnya kalau saya kurang bersyukur atas perjuangan mamah selama ini. Ketika saya lahir, sampai saya sebesar ini.

Wa mamah, Beliau ditakdirkan oleh Allah tidak mempunyai keturunan. Dengan penuh keikhlasan & kesabaran beliau menerima apa yang menjadi kehendakNYA. Ketika saya terbaring lemah di rumah sakit karena gejala demam berdarah, beliau hadir di sisi saya menemani saya siang-malam, merawat saya layaknya seorang mamah. Saat itu adik saya baru lahir jadi mamah tidak mungkin untuk menemani saya.

Beliau-beliau ini lah, wanita terhebat yang ada di hidup saya.
..
saya tak mampu menuliskan kata-kata lagi tentang mereka.
sampai tulisan ini pun, tak hentinya saya menitikkan air mata.






cupcupmuuaahlove

Wednesday, February 23, 2011

Maha dasyat Allah

Subhanallah, Allah maha besar, Allah maha mengetahui apa yang kita butuhkan.
Allah maha mengetahui apa yang terbaik untuk kita.
Benar memang perkataan " Apa yang kamu nilai baik belum tentu dimata Allah itu baik dan apa yang kamu nilai buruk belum tentu dimata Allah hal tersebut buruk"

Keajaiban Allah, hidayah dari Allah, dan semua pertolongan Allah yang dapat kita rasakan. Maha dasyat Allah sang pencipta langit dan bumi, sang pemilik hati setiap manusia. Takkan ada yang bisa menandingi itu semua.

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok, tapi Allah telah menyuratkan nasib kita, yang tertinggal hanyalah daya dan upaya kita untuk meraih yang terbaik dalam kehidupan ini.

Dalam setiap pilihan kehidupan akan menimbulkan resiko baik itu positif atau negatif. Sebenarnya walaupun kita salah mengambil keputusan itu hanyalah cara Allah supaya kita belajar lebih banyak dari kesalahan. Jalan setiap orang untuk meraih baik kebahagian maupun kesuksesan akan berbeda ada yang jalannya lurus-lurus layaknya jalan tol, ada pula yang jalannya melewati jalan berbelok seperti halnya pergi ke Jakarta yang satu melalui Tol Cipularang dan yang lain melewati jalur padalarang-puncak. Melintasi tol cipularang akan jauh lebih cepat dan lebih nikmat diperjalanan dibandingkan dengan melewati jalur puncak yang berkelok-kelok namun, semua orang tersebut akan sampai pada tujuan yang sama dalam hal ini adalah Jakarta.

Apa yang bisa dipelajari dari perumpaan tersebut? Ya, apapun pilihan dan cara kita untuk mencapai tujuan pasti akan berbeda dan Allah maha tahu yang terbaik untuk kita, apa yang kita butuhkan untuk dapat berdiri diatas nama kesuksesan. Asalkan kita tidak pernah menyerah dan konsisten pada apa yang ingin kita tuju.

Tuesday, February 15, 2011

......

Racun itu datang seolah madu yang lezat
tanpa sadar menggerogoti serpihan jiwa
asa dan keyakinan.

hanya ada tangisan yang tersisa
air mata ini sudah kering
mulut ini sudah kelu

semua seolah tanpa sadar
hasrat yang tertupi
melumpuhkan logika ..





cupcupmuuahhsigh

Thursday, February 10, 2011

Kata Hati Itu

2 Tahun tak bersuara
Wajahmu tak nampak
walau hanya segaris senyum
pun tak terlihat

2 tahun hanya diam
berbicara dalam hati
berperang dihati juga
bahasamu teredam jarak
tapi hati tetap mengenali
saat nadi mendekat kesini

Tak ingin memutuskan
yang mungkin bisa menggoyah hati
tanpa pasti terobati

MELEPASMU hanya terucap
saat kamu jauh
lengkap dengan sikap-sikap
yang menjemukan

Dihari-hari tanpa kehadiranmu
jebuh membawa ku ingin mencekik
rasa ini hingga kaku

Tapi semua cuma KATA

Saat kamu mendekati mata
pesona yang tak terjelaskan
membungkamku..
Pesona yang sama
yang dulu
mendekapku dalam
LINGKARAN CINTA

pucca_love_12



Rosita




cupcupmuuaahlove

Saturday, February 5, 2011

Raditya Dika

Yeeaah. Raditya Dika encem

Ya, mengidolakan seseorang asal masih dalam batas kewajaran masih normal-normal aja kan ya ?
Tapi pernah merhatiin ga, gimana caranya orang-orang mengekspresikan rasa suka sama idolanya?

Mungkin ada yang sikapnya biasa aja tapi ada juga ya luar biasa. Rada ababil atau alay ya. sengihnampakgigi

Ga tau deh saya termasuk yang mana. Semoga aja masih dalam batas kewajaran.

Kebetulan hari ini UPI kedatangan Raditya Dika di acara Seminar IT dan RAT XXV KOPMA BS UPI.

Satu setengah jam berlalu dengan canda tawa, sumpah deh guyonannya, cara dia mengekspresikan ceritanya. Bener-bener bikin mulut kering. Ketawa sampai batuk-batuk juga sampai ga kerasa.

Ya, bener sih beberapa tulisan yang pernah dibaca tentang radit. Dia itu gokil, pendek, pinter, tapi ga jelek. Aslinya cakep putih banget.

Acara beres, nah fans-fansnya Radit (termasuk saya) nunggu di pintu belakang dong berharap bisa ketemu lebih dekat, salaman, minta tanda-tangan, dan foto bareng. Sayangnya keberuntungan belum berpihak disana. Mobil Radit B 8412 BP berlalu gitu aja sedih.

Rona kekecewaan sudah terlihat di wajah saya.

Pulanglah mau apa lagi, dengan langkah yang pelan seneng tapi kecewa juga. Nah, pas nyampe depan gedung pasca sarjana lewatlah mobil dihadapan saya dan rasanya ga asing. B 8412 BP. Yeah itu mobilnya Raditya Dika. Ternyata dia mampir sebentar ke BPU kebetulan ada acara juga disana.

Sambil lari-lari kecil menuju mobil Radit, pas pintu mobil belakang dibuka Radit keluar dengan spontan " Bang Radit " Mulut saya meneriakkan namanya. Ga tahu malu si sebenarnya sempet diliatin sama teteh-teteh yang ada di pintu masuk seminar di BPU apa peduli saya.
Radit menoleh, dengan tampang bingung dia melihat ke arah saya. aah mungkin dia kebingungan mau ngapain, atau dia lagi buru-buru.

" aku mau salaman bang radith " sambil mengulurkan tangan.
" oh iya " menggenggam erat tangan ku .
" makasih bang radith "
dia mengangguk dan tersenyum.

mungkin hanya hitungan beberapa detik. Awalnya aku berpikir ga akan sempet ketemu dia lagi bahkan salaman sama dia. Tapi ditempat yang ga aku duga-duga, diwaktu yang aku pikir akan pulang dengan tangan hampa. Ternyata Allah SWT mengizinkan aku untuk ketemu Raditya Dika lebih dekat, salaman sama dia. Walau hanya beberapa detik tapi sangat bersyukur senyumkenyit

Bukan saat seminar, bukan saat nunggu dia di pintu belakang, bukan saat nunggu dia didepan mobilnya, bukan saat lihat dia menuju mobilnya dan berlalu begitu saja.

Kesempatan itu justru datang saat aku dijalan pulang, saat aku kecewa karena ga bisa salaman, saat aku lagi sedih dijalan. Dan ternyata aku dikasih kesempatan berdua sama Raditya Dika. Disaat ga terlalu ramai, disaat dia baru turun dari mobilnya, disaat aku pulang dengan tersenyum kembali.

Walau ga sempet foto, tapi salaman juga udah seneng cium






cupcupmuuahhlove

Wednesday, February 2, 2011

Skenario Part 1

Saya & Kamu


Di pelataran bioskop, duduk bersama di bangku yang berhadapan dengan pintu masuk teater 3. dilatar belakangi poster-poster film bertanda “coming soon”. Saya dan kamu duduk diam membisu.

Saya : “ Kenapa ga pernah balas sms aku” Tanya saya hati-hati, sambil menatap ke arah mu.

Kamu : (menundukan kepala). “ Ya, sibuk aja “

Saya : “ Emang ga sempet ya? Kabarin Cuma sebentar aja. “

Kamu : “ Bukannya gitu, paling yang ga penting aja kan ?”

Saya: (menahan nyeri di hati) “ ohh, ditanya udah makan atau belum itu ga penting ya? Saya pikir kamu senang dikasih perhatian.. lain kali enggak deh.. maaf ya, saya ganggu kamu “ , (saya memalingkan wajah dari hadapnya, dan menunduk).

Kamu : (hanya terdiam, entah apa yang ada dipikiran mu, andai aku bisa membacanya.)

Terlantunkan lagu Perih dari dinding-dinding bioskop.. AKU KAN BERTAHAN WALAU PERIH, WALAU PERIH..

Feed in.

Narator : Pintu teater studio tiga sudah di buka, para penonton yang sudah memiliki karcis diharapkan segera memasuki teater tiga…

Saya dan kamu mulai memasuki ruangan berkarpet merah yang luas, layar yang lebar dan bangku yang tersusun rapi. Kemudian, duduk di bangku yang telah disesuaikan.

Saya : “ Aku bawa kue sus loh, kamu mau? Aku sengaja memisahkannya kemarin, untuk kamu"

Kamu : “ Jah, jadi itu yang kemarin ?”

Saya : “ Iyaa si. Kemarin ada acara di rumah, & mamah mesen banyak banget. Tapi masih enak ko, ini kue sus yang terenak yang pernah saya makan “

Kamu : (tersenyum renyah), “ Terenak? Jangan-jangan kamu baru kali ini makan kue sus?”

Saya : (menimpali senyumannya) “ Ya ga lah, tapi ini yang terenak loh”

Kamu : “ Iya, kayak dosen aku, dia bilang ini kelas terbaiknya, padahal dia baru ngajar di kelas aku, hha “

Saya : “ ohh gitu.. hhe.. kamu mau ga ?” (sambil mengaduk-aduk isi tas mencari kue sus, mengambilnya, raut wajah berubah menjadi kecewa). “ yah ko benyek ya…”

Kamu : (menoleh ke arah saya ) “Jahh.., kasiyan.. hha”

Saya : ( raut wajah kecewa ) “ Padahal aku sengaja loh, misahin buat kamu, biar kamu ngerasain rasa enaknya kue sus ini” ( masih mencoba mencari-cari kue sus yang lain.)

Kamu : ( menatap ke arah saya)

Saya : (tersenyum bahagia ) “ Say, masih ada nih yang utuh.. “ (menunjukkan kue sus yang masih utuh).

Kamu : “ Aduuhh.. parah banget si kamuu “

Saya : ( menatap tajam ke arahnya ) "kamu ga mau ? yaudah gapapa… "sambil menaruh kembali kue sus kedalam kardus makanan, tersenyum kecut .)

Film dimulai.

30 menit berlalu.

Kamu : (menyenggol saya ) “ Mana kue sus yang tadi ?”

Saya : (terkejut). “ Kamu mau ?”

Kamu : (mengangguk )

Saya : (merogoh kembali kardus makanan didalam tas. Mengambilnya ) “ Ini “ (menyerahkan ke kamu ).

Kamu : (meraih kue sus dari tangan saya, lalu melahapnya tanpa perasaan)

Saya : ( tersenyum senang). “ Gimana, enak ? “

Kamu : “ Ga tahu “

Saya : ( mengernyitkan dahi ) “ Ko ga tahu, ga pake perasaan si makannya, hhe “ ( terima kasih, karena kamu telah menghargai saya.).

Ninja Assassin, membuat saya tidak begitu nyaman menonton film ini. Saya harus melihat darah dan besatan-besatan pada tubuh. Saya menoleh ke arah kamu, kamu sangat serius..

Saya : “ Serius banget si kamu “

Kamu : “ ahhh.. iya ni “

Diam membisu..

Saya masih melihat ke arah mu, tak kurasa sekalipun kamu menoleh untuk melihat saya. Untuk menggenggam tangan saya.confused

Di bis, ditemani oleh riuhnya para pengamen yang bergiliran keluar-masuk bis, begitu pun para penumpang.

Saya : (saya tersenyum geli, melihat pengamen yang bermain teater didalam bus).

Kamu : ( tersenyum, sambil mengernyitkan dahi ke arah saya )

Saya : ( tersenyum keluar jendela, saya bahagia )

Kamu : (terkantuk-kantuk)

Saya : “ tidurin aja beph “

Kamu : “ iyaa, (sambil berusaha memejamkan mata )

Saya : ( memandang keluar jendela, membayangkan saya dan kamu bahagia hari ini ).


Bagaimanapun sikapmu, itu adalah kamu. Bahagia saya bukan karena sikapmu.

Tapi saya memutuskan untuk bahagian dengan sikap dan tentunya kamu.

Terima Kasih untuk hari ini.

Terima Kasih dalam diam & sibuknya, kamu selalu menyempatkan untuk menemui saya. pucca_love_06


♥♥♥♥♥

Icka♥♥♥♥

24 Februari 2010




cupcupmuuaahhlove

Rintikan Hujan Itu ..

Cerpen Rei babai


Rei berjalan cepat , jam ditangan sudah menunjukan pukul 17.45. Itu artinya tinggal 15 menit lagi waktunya untuk bertemu dia. Jarak antara tempatnya dengan tempat bertemu memang tidak terlalu jauh hanya saja untuk berjalan dari kosan hingga jalan raya lumayan menghabiskan waktu yang tersisa hanya 15 menit.

Setelah sampai di sisi jalan raya, kendaraan umum pun dengan sigap mengantarnya ketempat tujuan. Hujan tiba-tiba turun, walau hanya gerimis tapi ini sedikit membuat hati Rei tidak tenang ditambah kondisi perjalanan yang macet disekitar factory outlet semakin menghabiskan waktu Rei.

Akhirnya 17:19 sampai ditempat tujuan. Ah hampir 34 menit perjalanan yang seharusnya ditempuh hanya15 menit penat

Sesampainya disana hujan sudah cukup mengguyur deras. Rei diam sejenak kemudian dia memutuskan untuk kembali naik angkot dan menunggu di Indomaret dekat kosan dia. Selain tempat berteduhnya yang cukup luas dia berpikir resiko terburuknya adalah batal keluar untuk makan ditempat yang sudah direncanakan karena hujan semakin deras. Karena di sekitar indomaret banyak tempat makan bisa saja menjadi alternative pilihan.

“ Kamu masih lama ga? Re nunggu dpn indmart aj ya “ sms Rei untuk Dia.

Ketika angkot beranjak untuk memulai perjalanan, dari jendela Rei melihat sosoknya seketika itu pun Rei memutuskan untuk turun dari angkot. Ketika turun, Rei melihat sekeliling tidak ada dia.

“ Kamu dimana? Basah ah. 17:24

“ Kamu yang dimana? “ 17 :24, Rei kembali menunggu tak jauh dari pangkalan ojek.

“ Kamu belum kesini ya? Re udah khujanan. Zz “ 17:25 , Rei merasa kebingungan apakah Dia sudah berangkat apa belum. Akhirnya Rei memutuskan untuk kembali naik angkot dan kembali pada tujuan awal untuk menunggu di indomaret. Namun perkiraan Rei ternyata salah baru dua menit angkot berjalan tiba-tiba sms dia menghampiri hp Rei. “ Apaan Tama di bank mandiri. Udah basah ni celana “ 17:28

Rei kebingungan, ternyata dia terlalu bodoh untuk mengambil sebuah keputusan. Seketika pun Rei turun dari angkot, beberapa detik dia sempat kebingungan , untuk berjalan kedepan cukup memakan waktu. Angkot jarang, ojek tak tahu harus bagaimana mengenalinya karena jauh dari pangkalan ojek. Ketika seorang bapak lewat didepannya dengan memakai jas hujan, Rei beranikan untuk memanggilnya dan benar saja . Syukurlah dia sedikit lega.

“ Bank mandiri mana ? 17:28

“ Bawah, setelah yng ke arah cisi. Lagian kan janjinya jam 5 “ 17.30

“ Bentar tadi tuh Re dsebrang “

Akhirnya sampai dan bertemu dengannya.

Dalam keadaan dingin, ditemani rintikan hujan dan sikapnya yang dingin.

Marah? Pasti.

Duduk dipelataran Bank Mandiri, Rei memulai percakapan , “ Tadi tuh gerimisnya baru sampai disana “ sambil menunjuk ke arah jalan raya.

Dia? Hanya “ hmm “ tanpa menoleh sedikit pun.

Rei diam, tak pandai dia mencairkan suasana. Beberapa waktu hanya terdiam, Rei tak tahu harus menyapa dengan kata apa lagi. Rei sibuk dengan lamunannya ketika Rei menoleh kearahnya, dia pun sibuk dengan pegangannya.

Rei terus diam, tanpa coba mencairkan suasana. Rasanya dia cukup perih . Tak sepatah kata pun terlontar olehnya untuk menanyakan keadaan Rei. Dalam harapnya dia akan menanyakan kapan Rei datang kekota ini? Ya, memang tak sepantasnya kita berharap pada manusia. Dan kita tidak bisa memaksakan orang lain berlaku seperti apa yang kita inginkan.

Harusnya memang sudah terbiasa dengan sikapnya yang dingin, cuek. Tapi hati Rei hanya manusia biasa dia hanya bisa menahan tangisnya. Entah apa yang dirasanya. Ya, dia tau ini salahnya. Harusnya tadi dia bersabar menunggu ketika sms yang masuk agak lama, tidak berpikir untuk naik angkot dan tidak mengambil keputusan secara sepihak.

“ Yaudah kita pulang aja “ Ucap Rei membelah keheningan.

“ hmm, iyaa “

Dia bangkit dari duduknya, menuju motornya.

“ Langsung pulang aja? “ Tanya Rei kemudian.

“ Iya gimana lagi, ni hujannya bakalan lama “ jawabnya, sambil memarkirkan motornya.

“ Iya atuh, tapi tunggu dulu sebentar hujannya makin deras “

Dia tak menjawab tapi dari sikapnya dia sependapat dengan Rei. Rei yang masih berdiri di hadapannya tak luput memandang wajahnya yang sebagian tertupi oleh helm. Terlihat raut kekesalan, kekecewaan, marah. Ya itu hanya dugaan Rei dengan melihat mimik diwajahnya.

Hujan kembali reda, keadaan ini dimanfaatkan untuk pulang. Rei berjalan duluan, didepan gerbang “ Hati-hati ya ! maaf “ ucap Rei sambil menyentuh pundaknya.

“ Kamu mau bareng ga? Tapi sama aja kehujanan juga “

“ Iyaa ga usah, aku jalan aja. “

Mereka berpisah.

Dibawah rintikan hujan yang terus mengguyurnya, Rei tak kuasa menahan tangis, bukan marah, bukan pula karena batal makan diluar. Menangis karena ucapan jiwa yang tak terluapkan.

Menangisi ketidak siapannya kembali menjauh dengannya. Memang ini bukan yang pertama namun ketika dia kembali tenggelam dengan kesibukannya itu artinya waktu untuk Rei tak terbagi dengan jelas. Mungkin minggu depan dia akan menghubunginya? Tidak bisa dipastikan. Mungkin saja bulan depan, dua bulan kedepan, bahkan tiga kebulan kedepan.

Menangis karena keheningan yang terjalin, menangisi sikap nya yang salah, menangis karena telah membuat kesalahan yang membuatnya diperlakukan seperti itu. Menangis karena tak sempat menjelaskan apa-apa. Bertemu tanpa ada kata yang terlontar yang menanyakan keadaan masing-masing. Menangis karena sikap dinginnya yang mencekik kata.nangih

Kurang lebih 15 menit tanpa kata yang terlontar, diam, sibuk dengan pikiran masing-masing. Mungkin dia marah. Pikir Rei.

Haruskah semarah itu?

Ya, memang itu sikapnya. Menunggu lama, celana sudah basah, kamu tak kunjung tiba Rei. Alasan itu sudah cukup untuk mendiamkanmu Rei.

Benarkah ?

Kamar jadi saksi meluapnya tangisan. Setiap kali Rei kecewa dengan sikap dia, Rei merasa sangat terpuruk dan menyalahi dirinya tentang apa yang telah dilakukannya selama ini, terus membayanginya. Rei terlalu sayang padanya. Untuk orang seperti itu Rei? Untuk alasan demikian dia hanya berminat bermain bbnya dibanding memulai pembicaraan dengan mu.

Sekali lagi pikiran Rei menolak perihal itu. Ya itu memang sikapnya dia memang seperti itu cuek, dingin dan mungkin dia sangat marah. Sanggah Rei dalam hati.

Dalam tangisnya. Tiba-tiba hpnya berdering menandakan sms masuk .

“ sorry y mungkin lain kali “

Tama ? emm. Rei terdiam tangisnya terhenti dan hatinya kembali tenang. Its magic . hanya dengan kalimat itu Rei kembali tenang, tidak sekesal beberapa detik yang lalu sebelum sms masuk. Sebegitu sayang kah Rei padanya? Hingga kata-kata maaf pun kembali meluluhkan hatinya.

“ iyaa. Maaf juga udah nunggu lama “ jawab Rei.

“ Ya “

“ Jangan lupa makan juga ya”

“ Udah males “ Tama.

“ Maaf, jangan nyksa dri kamu. Apalgi td khjanan takutnya malah sakit. “.

Sunyi senyap kembali.

selesai


cupcupmuuaahputuscinte