
Yayaya... aku paham.
Mungkin untuk Tama aku tak ada artinya sama sekali.
Dimatanya aku hanya cewek bodoh yang tak bisa diajak sharing, yang tak bisa diajak berkeluh kesah, yang tak bisa diajak biacara tentang kehidupan, yang tak bisa lagi diajak bicara tentang keluhan-keluhan, Lalu apa lagi Tama ??
Waktu awal kuliah kamu bilang " kamu ga ngerti Tama disini, kamu ga paham gimana kerasnya disini " aku ga pernah ngerti dan ga akan bisa paham, karena kamu ga pernah cerita apa-apa lagi tentang kamu, dimata kamu aku bodoh ! Aku tahu dan paham gimana kehidupan disana, itu semua dari GOOGLE,
kamu pasti ketawa ngakak. aku baca blog-blog satu almamater sama kamu. Ya itu semua supaya aku bisa tahu apa yang kamu rasain, aku bisa mahamin kamu.
Sampai detik ini aku masih punya hubungan sama kamu, aku punya hak untuk tau kamu gimana disana, tapi kamu ga pernah mau terbuka. Semua yang kamu jawab itu gambang. Sama seperti isi jawaban singkat ditelpon minggu lalu.
" Gimana diklatnya lancar? kamu jadi divisi apa? "
" Rahasia .. hhe "
" Loh, kenapa? aku mau tahu dong "
" Rahasia, lagian kalau dikasih tahu juga kamu ga akan tahu. Nanti repot jelasinnya . "
Ya Allah, aku ngenes banget dengernya. Aku cuma menahan rasa kecewa ini. Kesabaran harus tetap ada. Tapi sampai kapan ?
Aku memang ga kuliah di tempat kamu kuliah, aku bukan teman sepermainan mu lagi, kita ga satu lingkungan lagi, kita jauh, kita LDR, kita udah ga kenal satu sama lain . Apalagi Tama ??
Dulu kamu ga gini Tama, aku paham kita hidup bukan untuk 'dulu', sekarang ya sekarang dan nyatanya sekarang kamu kayak gini. aku paham, kamu kayak gini untuk semua impian kamu di masa depan. aku paham dengan semua kesibukan kamu, ditambah kamu yang malas sms. Tapi aku ga mau munafik, aku belum bisa menerima sepenuhnya semua kesibukan kamu yang membuat kamu lupa punya pacar
.
Buat kamu, tulisan perhatian-perhatian aku disms mungkin ga penting. Ucapan " Happy Anniversary Dear " itu juga ga penting, dan semua sms-sms aku ga penting buat kamu, sampai aku pikir aku harus tulis apa ya, yang sekiranya berbobot dan mau kamu balas ?
Tapi terima kasih, ketika aku mengabarkan sakit kamu langsung telepon.
Dihati kamu mungkin masih ada serpihan rasa kecewa saat aku melepaskan apa yang bisa di banggakan. UI.
Aku udah berusaha berjuang mengembalikan semua kekecewaan mu. Tapi kalau di pikiran kamu aku memang hanya cewek bodoh yang cuma bisa tahu ketemu, jalan bareng, nonton sama kamu, nagbisin duit, kamu salah. aku lebih baik tahu keadaan kamu dari pada cuma ketemu, jalan-jalan tanpa banyak bicara.
Aku lelah, jujur aku lelah. Tapi jika aku berhenti sekarang aku kalah . Allah SWT sedang menguji kesabaran aku lewat kamu, aku ga boleh kalah dan sebenarnya kamu sumber motivasi terbesar aku . Sikap kamu ke aku, pola pikir kamu , itu tuh motivasi terbesar buat aku, sejak tiga tahun yang lalu kita deket.
aku bisa dapet juara kelas, aku bisa ikutan olimpaide akuntansi, aku bisa ga nyerah ngejar PTN, itu karena kamu juga jauh lebih hebat.
kamu pintar, kamu menang olimpiade kebumian, kamu gigih ngejar PTN yang sekarang udah kamu jalanin. Aku juga pengen kayak kamu. aku mau bukan kamu aja yang bisa aku banggain, tapi aku juga bisa kamu banggain.
Aku mencoba meluluhkan sikap cuek kamu, aku coba setiap hari sms kamu, perhatian, cerita sehari-hari aku, tapi jatuhnya mungkin garing ya buat kamu? kamu ga pernah nanggapin. kamu sakit aja kamu ga cerita kamu lebih suka pasang status di fb.
aku paham, cowok kayak kamu akan lebih tertarik sama cewek yang sama pintarnya sama kamu, yang bisa kamu ajakin sharing tentang banyak hal, yang ga cuma bisa seneng-seneng, yang cantik, yang modis, yang...yang...
Aku sendiri muak harus merendahkan diri sendiri dimata kamu, tapi aku ga tahu lagi apa salah ku? atau aku harus berpikir gimana lagi biar bisa mahamin sikap kamu.
Sekarang udah ga ada lagi support dari kamu, udah ga ada lagi cerita-cerita unik kamu, udah ga da lagi nasihat-nasihat kamu, udah ga ada lagi yang bisa diajak berbagi . Hp aku sepi terus. Tapi aku aneh sama diri sendiri, aku kesel, aku benci sama kamu. Tapi ketika kita bertemu aku akan tetap senang, ketika kamu butuh bantuan aku dengan sigapnya aku akan bantu kamu kapan aja, aku ga bisa marah sama kamu, aku ga pernah bicara soal kekecewaan aku, karena aku ga mau pertemuan kita yang singkat diisi dengan berantem.
Kalau kamu jenuh sama hubungan kita yang udah tiga tahun ini, kalau kamu bosen sama aku, kalau kamu merasa udah ga ada hal yang menarik diri aku untuk kamu ketahui.
Coba kamu liat aku dari sisi yang berbeda?
Aku masih di hati mu kan ? 
Karena sampai detik ini, perasaan tiga tahun lalu masih tersimpan rapat di hati. Tak pernah setengah hati kalau kata Tompi .
Tulisan ini aku buat untuk meluapkan pikiran-pikiran negatif yang ada di otak ku. Selama ini aku coba terus berpikir positif tentang semua ini, tapi pikiran negatif ini ternyata lebih kuat. Maka dari itu aku luapkan semua aku buang menjadi sebuah tulisan . Mungkin apa yang aku pikirkan salah, tapi aku tak kan pernah bisa mengerti sampai kamu mau bicara.
cupcupmuuaahh♥♥♥
Mungkin untuk Tama aku tak ada artinya sama sekali.
Dimatanya aku hanya cewek bodoh yang tak bisa diajak sharing, yang tak bisa diajak berkeluh kesah, yang tak bisa diajak biacara tentang kehidupan, yang tak bisa lagi diajak bicara tentang keluhan-keluhan, Lalu apa lagi Tama ??
Waktu awal kuliah kamu bilang " kamu ga ngerti Tama disini, kamu ga paham gimana kerasnya disini " aku ga pernah ngerti dan ga akan bisa paham, karena kamu ga pernah cerita apa-apa lagi tentang kamu, dimata kamu aku bodoh ! Aku tahu dan paham gimana kehidupan disana, itu semua dari GOOGLE,
Sampai detik ini aku masih punya hubungan sama kamu, aku punya hak untuk tau kamu gimana disana, tapi kamu ga pernah mau terbuka. Semua yang kamu jawab itu gambang. Sama seperti isi jawaban singkat ditelpon minggu lalu.
" Gimana diklatnya lancar? kamu jadi divisi apa? "
" Rahasia .. hhe "
" Loh, kenapa? aku mau tahu dong "
" Rahasia, lagian kalau dikasih tahu juga kamu ga akan tahu. Nanti repot jelasinnya . "
Ya Allah, aku ngenes banget dengernya. Aku cuma menahan rasa kecewa ini. Kesabaran harus tetap ada. Tapi sampai kapan ?
Aku memang ga kuliah di tempat kamu kuliah, aku bukan teman sepermainan mu lagi, kita ga satu lingkungan lagi, kita jauh, kita LDR, kita udah ga kenal satu sama lain . Apalagi Tama ??
Dulu kamu ga gini Tama, aku paham kita hidup bukan untuk 'dulu', sekarang ya sekarang dan nyatanya sekarang kamu kayak gini. aku paham, kamu kayak gini untuk semua impian kamu di masa depan. aku paham dengan semua kesibukan kamu, ditambah kamu yang malas sms. Tapi aku ga mau munafik, aku belum bisa menerima sepenuhnya semua kesibukan kamu yang membuat kamu lupa punya pacar
Buat kamu, tulisan perhatian-perhatian aku disms mungkin ga penting. Ucapan " Happy Anniversary Dear " itu juga ga penting, dan semua sms-sms aku ga penting buat kamu, sampai aku pikir aku harus tulis apa ya, yang sekiranya berbobot dan mau kamu balas ?
Tapi terima kasih, ketika aku mengabarkan sakit kamu langsung telepon.
Dihati kamu mungkin masih ada serpihan rasa kecewa saat aku melepaskan apa yang bisa di banggakan. UI.
Aku udah berusaha berjuang mengembalikan semua kekecewaan mu. Tapi kalau di pikiran kamu aku memang hanya cewek bodoh yang cuma bisa tahu ketemu, jalan bareng, nonton sama kamu, nagbisin duit, kamu salah. aku lebih baik tahu keadaan kamu dari pada cuma ketemu, jalan-jalan tanpa banyak bicara.
Aku lelah, jujur aku lelah. Tapi jika aku berhenti sekarang aku kalah . Allah SWT sedang menguji kesabaran aku lewat kamu, aku ga boleh kalah dan sebenarnya kamu sumber motivasi terbesar aku . Sikap kamu ke aku, pola pikir kamu , itu tuh motivasi terbesar buat aku, sejak tiga tahun yang lalu kita deket.
aku bisa dapet juara kelas, aku bisa ikutan olimpaide akuntansi, aku bisa ga nyerah ngejar PTN, itu karena kamu juga jauh lebih hebat.
kamu pintar, kamu menang olimpiade kebumian, kamu gigih ngejar PTN yang sekarang udah kamu jalanin. Aku juga pengen kayak kamu. aku mau bukan kamu aja yang bisa aku banggain, tapi aku juga bisa kamu banggain.
Aku mencoba meluluhkan sikap cuek kamu, aku coba setiap hari sms kamu, perhatian, cerita sehari-hari aku, tapi jatuhnya mungkin garing ya buat kamu? kamu ga pernah nanggapin. kamu sakit aja kamu ga cerita kamu lebih suka pasang status di fb.
aku paham, cowok kayak kamu akan lebih tertarik sama cewek yang sama pintarnya sama kamu, yang bisa kamu ajakin sharing tentang banyak hal, yang ga cuma bisa seneng-seneng, yang cantik, yang modis, yang...yang...

Aku sendiri muak harus merendahkan diri sendiri dimata kamu, tapi aku ga tahu lagi apa salah ku? atau aku harus berpikir gimana lagi biar bisa mahamin sikap kamu.
Sekarang udah ga ada lagi support dari kamu, udah ga ada lagi cerita-cerita unik kamu, udah ga da lagi nasihat-nasihat kamu, udah ga ada lagi yang bisa diajak berbagi . Hp aku sepi terus. Tapi aku aneh sama diri sendiri, aku kesel, aku benci sama kamu. Tapi ketika kita bertemu aku akan tetap senang, ketika kamu butuh bantuan aku dengan sigapnya aku akan bantu kamu kapan aja, aku ga bisa marah sama kamu, aku ga pernah bicara soal kekecewaan aku, karena aku ga mau pertemuan kita yang singkat diisi dengan berantem.
Kalau kamu jenuh sama hubungan kita yang udah tiga tahun ini, kalau kamu bosen sama aku, kalau kamu merasa udah ga ada hal yang menarik diri aku untuk kamu ketahui.
Coba kamu liat aku dari sisi yang berbeda?
Aku masih di hati mu kan ? Karena sampai detik ini, perasaan tiga tahun lalu masih tersimpan rapat di hati. Tak pernah setengah hati kalau kata Tompi .
Tulisan ini aku buat untuk meluapkan pikiran-pikiran negatif yang ada di otak ku. Selama ini aku coba terus berpikir positif tentang semua ini, tapi pikiran negatif ini ternyata lebih kuat. Maka dari itu aku luapkan semua aku buang menjadi sebuah tulisan . Mungkin apa yang aku pikirkan salah, tapi aku tak kan pernah bisa mengerti sampai kamu mau bicara.
cupcupmuuaahh♥♥♥
No comments:
Post a Comment